Selasa, 26 Februari 2013

Rangka Pada Manusia


A.Sistem Gerak pada Manusia
            Gerak merupakan salah satu ciri dari makhluk hidup. Sistem gerak pada manusia tersusun dari rangka dan otot. Rangka disebut alat gerak pasif sedangkan otot alat gerak aktif. Dapat disebut demikian karena rangka hanya bisa digerakan oleh otot.



1.Rangka
            Rangka (skelet) merupakan tulang yang mendukung dan melindungi organ tubuh yang lunak. Tulang satu dengan yang lain dihubungkan oleh persendian (artikulasi). Sistem rangka yang terletak di dalam tubuh dan dilindungi oleh kulit dan otot disebut endoskeleton.
Fungsi rangka antara lain sebagai berikut.
a.       Memberikan bentuk tubuh dan menegakan berdirinya tubuh.
b.      Melindungi organ yang rusak.
c.       Alat gerak pasif.
d.      Tempat melekatnya otot.
e.       Tempat pembentukan sumsum
Rangka tubuh manusia tersusun oloeh bebagai macam tulang. Tulang dapat dikelompokkan sebagai berikut.
a.       Berdasarkan bentuknya
1)      Tulang panjang (pipa), terdapat pada lengan atas, tulang paha, tulang betis, dan ruas tulang jari. Di dalam rongga tulang pipa berisi sumsum merah.
2)      Tulang pendek, terdapat pada ruas-ruas tulang belakang, pergelangan tangan dan pergelangan kaki. Di dalamnya terdapat sumsum merah yang berfungsi sebagai tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih.
3)      Tulang pipih, terdapat pada tulang rusuk, tulang dada, tulang tempurung kepala, tulang belikat dan tulang panggung.
4)      Tulang yang bentuknya tidak beraturan, terdapat pada tulang wajah dan ruas-ruas tulang belakang.
b.      Berdasarkan komponen penyusunnya.
1)      Tulang rawan (kartilago), ciri-cirinya yaitu terdiri atas sel tulang rawan bersifat lentur dan elastis banyk mengandung zat perekat dan kondorblast, dan sedikitzat kapur. Contoh pada tulang hidung, ujung tukang pipa, daun telinga,  antar ruas tulang belakang, trakea dan ujung tulang rusuk.
2)      Tulang keras, ciri-cirinya yaitu mengandung osteoblas yang menghasilkan zat pengikat di sekitar sel-sel tulang. Osteoblas juga membentuk sel tulang (osteosit). Selain osteoblas juga terdapat osteoklas yang merombak tulang dalam proses pembentukan rongga sumsum tulang. Sel-sel tulang keras menghasilkan suatu senyawa protein yang akan menjadi matriks tulang. Kedalam matriks tulang itu akan diendapkan zat kapur berupa kalsium karbonat (CaCO3) dan kalsium fosfat (Ca(PO4)2). Oleh karena itu matriks tulang menjadi keras. Proses pengerasannya disebut penulangan (osifikasi). Pada struktur tulang keras terdapat sistem havers yaitu suatu kesatuan sel-sel tulang dan matriks yang mengelilingi suatu pembuluh darah dan syaraf.
Rangka manusia terdiri dari aksial dan rangka apendiakular. Rangka aksial (rangka poros), terdiri dari 80 rangka tubuh yaitu tulang belakang, kepala, rusuk dan dada. Sedangkan rangka apendikular (rangka tambahan), terdiri dari 126 tulang yaitu gelang bahu, kaki depan, gelang panggul, dan kaki belakang.

a.       Rangka aksial, terdiri atas tulang-tulang sebagai berikut.
1)      Tulang penyusun kepala (tengkorak) terdiri dari tulang tempurung kepala (10 tulang) dan tulang-tulang wajah (13 tulang)
2)      Tulang belakang, tersusun atas ruas-ruas yang kuat dan fleksibel untuk menyangga kepala. Terdidiri dari 33 ruas tulang, yaitu 7 ruas tulang leher , 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang , 5 ruas tulang kelangkang, dan 4 ruas tulang ekor
3)      Tulang rusuk atau tulang iga yang semuanya berpangkal pada tulang punggung dan dapat dikelompokan sebagai berikut.
a)         7 pasang rusuk sejati, tulang ini menempel pada tulang dada, sedangkan bagian belakang menempel pada tulang punggung .
b)         3 pasang tulang rusuk palsu, pada bagian belakang menempel pada tulang punggung, sedangkan bagian depan menempel pada tulang rusuk atasnya.
c)         2 pasang tulang rusuk melayang, berada pada bagian belakang tulang rusuk menempel pada tulang punggung dan bagian depan melayang karena tidak menempel pada tulang dada.
4)      Tulang dada, merupakan sebuah tulang pipih yang terletak di tengah dada. Tulang dada dibedakan menjadi tiga yaitu:
a)        bagian atas (hulu), sepotong tulang berbentuk segitiga,yang berhubungan dengan selangka,
b)        bagian badan yang berhubungan dengan tujuh pasang tulang rusuk sejati, serta
c)        tulang pedang-pedangan(bagian taju pedang), yang tersusun atas tulang rawan.

b.      Rangka apendikular, tersusun tulang-tulang sebagai berikut.
1)      Gelang bahu, berjumlah dua yaitu di kanan dan di kiri, masing-masing terdiri dari tulang selangka dan belikat. Tulang belikat melekat pada otot-otot punggung, ujung lateralnya bersendi dengan selangka dan tulang lengan atas. Gelang bahu tidak terlalu stabil tetapi memungkinkan alat gerak bagian atas bergerak bebas.
2)      Alat gerak bagian atas, tersusun atas 60 tulang yang terdiri dari, 2  tulang lengan atas, 2 tulang hasta (letaknya searah dengan jari kelingking), 2 tulang pengumpil (letaknya searah dengan ibu jari), 16 (2 x 8) tulang  pergelangan tangan, 10 (2 x 5) tulang telapak tangan , 28 (2 x 5) jari-jari tangan.
3)      Gelang pinggul, terdiri dari 2tulang pinggul kanan dan kiri, 2 tulang duduk dan 2 tulang kemaluan. Gelang pinggul sangat stabil karena berfungsi sebagai penahan berat tubuh. Gelang panggul berhubungan dengan alat gerk bagian bawah.
4)      Alat gerak bagian bawah, tersusun atas 60 tulang yaitu 2tulang paha, 2 tulang tempurng kaki, 2 tulang kering, 2 tulang betis, 14 tulang pergelangan kaki, 10 tulang telapak kaki, dan 28 tulang jari kaki.

2. Hubungan Antar Tulang (persendian/artikulasi)
            Persendian ialah tempat perhubungan antara tulang-tulang penyusun rangka tubuh.
a.       Sendi mati (sinartrosis),yaitu sendi yaitu sendi yang tidak memungkinkan adanya gerak. Contohnya sendi antar tulang penyusun tengkorak.
b.      Sendi kaku (amphiartrosis), yaitu sendi yang pergerakannya sedikit. Contohnya pada persendian tulang rusuk dan tulang dada.
c.       Sendi gerak (diartrosis), yaitu sendi yang pergerakannya bebas. Sendi ini dibedakn menjadi empat macam sebagai berikut.
1)      Sendi peluru merupakan hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya gerkan ke segala arah. Ujung tulang yang satu berbentuk bonggol, sedangkan yang lainya berbentuk mangkuk sendi. Mangkuk sendi dibalut oleh jaringan ikat sendi. Dan memiliki  jaringan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas. Misalnya antara gelang panggul dengan tulang paha, antara gelang bahu dengan tulang lengan atas.
2)      Sendi engsel, memungkinkan pergerakan seperti gerakan pintu dan jendela. Misalnya sendi pada siku dan lutut.
3)      Sendi pelana, yaitu persendian di mana tulang yang satu dapat bergerak kedua arah,misalnya ke depan ke belakang atau ke kiri ke kanan. Misalnya antara tulang ibu jari dan tulang telapak tangan.
4)      Sendi putar, yaitu sendi di mana tulang yang satu berputar mengitari tulang lainnya. Misalnya antara tlang pengumpil dan tulang hasta, antara tulang betis dan tulang kering.
3. Otot Tubuh Manusia
            Otot manusia meliputi 40% - 50 % dari berat tubuh. Otot bersifat elsatis, dapat diregangkan, dapat dirangsang dan berkontraksi. Tulang-tulang tidak dapat bergerak tanpa adanya otot sehingga otot sering disebut alat gerak aktif. Berdasarkan lokasi, struktur otot, dan kontrol dari syaraf, otot dibagi tiga yaitu:
a.       Otot polos, terletak pada organ-oargan dalam, gerakannya lamban, dan bekerja tidak dipengaruhi sistem otek sadar. Gerakannya teretur dan tidak cepat lelah. Berbentuk kumpalan (geolondong atau spindel) dan kedua ujungnya meruncing.setiap sel mempunyai satu inti yang terletak  di tengah.
b.      Otot lurik, disebut juga otot rangka karena melekat pada rangka. Selyna berbentuk silinder dan memiliki bayak inti. Sel-sel otot membentuk serabut otot. Kumpulan serabut otot membentuk berkas otot dan kumpulan berkas otot membentuk otot atau biasa disebut daging. Bagian tengah otot menggembung dan kedua ujungnya yang keras mengecil disebt urat atau tendon.tendon inilah yang melekat pada tulang. Otot lurik bekrja secara sadar atau dibawah perintah otak dan kontraksi terus-menerus akan menimbulkan kelelahan.
c.       Otot jantung, memiliki sifat seperti otot polos, terletak pada jantung, dan strukturnya menyerupai otot lurik.namun otot jantung berbeda dengan otot lurik karena memilki sel yang bercabang dan satu inti di tengah. Otot jantung bekerja tidak sadar dan dapat bekerja terus-menerus.
Otot akan berkontraksi jika mendapatkan rangsangan dari saraf. Kontraksi menyebabkan otot menarik tulang yang dilekatinya sehingga menyebabkan gerakan pada sendi.dua otot yang bekerjanya berlawanan disebut otot antagonis. Misalnya otot bisep dan trisep, yang menyebabkan tangan dapat dibengkokkan dan diluruskan. Bentuk gerakan yang bersifat antagonis dapat berupa gerakan ekstentor yaitu otot yang berperang meluruskan sendi dan fleksor yaitu otot yang berperan membengkokan sendi.

4. Kelainan pada Tulang dan Otot   
            Sisitem gerak dapat mengalami gangguan atau kelainan. Berikut ini beberapa kelainan-kelainan pada otot dan tulang.
a.       Osteoporosis, merupakan penyakit penurunan massa tulang (pengurangan jaringan tulang). Pada osteoporosis, proses penghancuran komponen tulang melebihi proses pembentukan komponen tulang. Faktor penbyebabnya adalah gangguan absorpsi vitamin D dan kalsium pada usus, menurunnya kadar estrogen setelah menopausem dan kurangnnya olahraga.
b.      Patah tulang, terdapat dua jenis yaitu patah tulang tertutup bila tulang tidak mencuat keluar menembus kulit dan patah tulang terbuka bila patahan tulang mencuat keluar dari kulit. Patah tulang dapat disebabkan benturan kuat. Garis patah tulang dapat berupa retakan saja, tetapi bila parah,tulangnya dapat hancur.
c.       Lordosis, adalah kelainan tulang belakang yang terlalu bengkok ke depan.
d.      Kofosis, adalah kelainan tulang belakang yang terlalu bengkok ke belakang atau bongkok.
e.       Skoliosis, adalah kelainan tulang belakang bengoko ke kiri atau ke kanan.
f.       Rematik, adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan rasa sakitdari alat gerak yaitu otot dan tulang. Hal ini sering berkaitan dengan sendi.
g.       Atrofi otot, adalah penurunan fungsi otot karen otot mengecil atau kehilangan kemampuan berkontraksi. Kebalikannya hiper trofi yaitu otot menjadi lebih besar dan kuat.

0 komentar:

Poskan Komentar

bagaimana apakah artikel ini bermanfaat ?
jika iya bantulah kami mempromosikan blog ini dengan menyebarkan link blog ini ke facebook atau twitter anda
Diberdayakan oleh Blogger.